Saturday, September 25, 2010

Agents to virtual world


Aku mengenal internet ketika sudah memasuki jenjang SMU. Dua orang teman yang aku ingat jelas mengenalkan dan membimbingku yang tak tahu apa-apa, Darlene dan Elly. Dengan mereka aku membuat e-mail pertamaku,  yang salah satunya  sampai saat ini masih kupakai.


Tak banyak yang kulakukan selain mengirim e-mail atau e-greetings kepada teman-teman sekitarku. Menyenangan sekali rasanya. Di rumah aku belum memiliki perangkat komputer. Di sekolah pun aku tidak  mendapat pelajaran tentang komputer. Pengalaman mengenal komputer justru kumulai lewat aplikasi internet.

Pulang sekolah kadang mampir dulu ke warnet yang kala itu sangat berjaya di kompleks sekolahku. Kadang sendirian, kadang bersama teman.


Setelah kelulusan, hampir semua teman-teman dekatku melanjutkan kuliah di luar kota. Untuk alasan inilah aku menggunakan jasa internet lebih  banyak lagi. Selain rajin membuka e-mail dan mencoba-coba membuat account baru di beberapa situs, aku mulai berkenalan dengan MIRC. Layanan chatting yang cukup rumit.  Lalu muncul fasilitas YM dari e-mail yang lebih praktis untuk digunakan. Adalah seorang teman SMU ku, Nathan, yang memperkenalkanku pada aplikasi ICQ. Layanan ini memungkinkanku untuk mengirim SMS lewat internet. Maklumlah, pada waktu itu belum ada HP di tangan, jadi kadang-kadang bisa dimanfaatkan  juga. Baru setelah beberapa lama aku mengetahui bahwa ICQ pun merupakan (atau mungkin menjadi) salah satu situs pertemanan.



Situs pertemanan, Friendster dan Facebook juga diperkenalkan oleh teman SMUku, Darlene—lagi ^^v. Dia invite lewat e-mail. Begitulah, aku memiliki layanan jejaring tersebut. Semasa kuliah, Friendster lebih booming daripada Facebook.



Untuk blogging aku sudah punya sejak jaman kuliah juga, namun aku lupa bagaimana awalnya maka aku  memilih blogspot. Setelah  bertahun-tahun tidak aktif, mulai beberapa waktuini kucoba untuk posting lebih teratur. Dulu blog favorit yang sering kukunjungi adalah milik Josh,teman PIBBI ku. Isinya menarik, sekaligus membuat pengin, karena itu tentang kisah perjalanan travellingnya. Sekarang sudah tidak lagi. Mungkin dia punya blog baru, tapi aku tak tau. Blog yang lain adalah blog milik dosenku dulu waktu kuliah, Ci Mey. Sejak dia memberikan alamatnya, sejak itu aku jadi secret admirer-nya ^^v. menikmati kisah sehari-harinya di sana, dengan keluarganya. Menginspirasi.



Facebook kembali aktif sejak di Semarang [sampai hari ini]. Lalu disusul dengan perkenalanku dengan aplikasi Opera Mini dan E-buddy untuk handphone. Untuk hal ini, adalah Mr. Irawan dan adikku, Andi yang berperan.



Yang terakhir, I have an internet connection at home now. Siapa yang berperan? Arya, temen kerjaku dulu. Awalnya dia nawari paket perdana plus modem [setelah beberapa kali sebelumya juga sudah memberi informasi yang terkait dengan modem dkk,]. Tak terlalu tertarik, tapi akhirnya aku putuskan untuk menerima tawarannya. Dan jadilah sekarang bisa online di layar yang lebih lebar dari HP yang sebelumnya biasa kupakai.



Buat pribadi-pribadi yang membagikan hal-hal tersebut, aku ucapkan, “Terima Kasih” Thank you for being my agents ^^v

Friday, September 24, 2010

Tidy up the messy day




Went down from my bed later that I used to, it was 5.30 a.m.
Delivered to school by my brother as he always does faithfully
Friday morning walk with colleagues and students with less words, more in silence with the breeze, sunlight, and fresh air..
The students triggered smiles. Their enthusiasm, students’ being less noisy as they use to. Their greetings, jokes and smiles; couldn’t keep my lips from smiling. They have the sense more than the imagined one..
Went to the wrong building. DPU has been moved, and I didn’t notice it. At least I met a kind person telling me that I was wrong.
Thank God for this  is Friday. A short day work. Went home earlier with some public transports. Some patience needed, not too long in fact.
Coming home as the 1st person—rarely happen. Met my baby cousin, lying on bed smiling and moving his body joyfully. What a pleasure!
Opened the door.. straightly rushed to my room.
I slept from 1 to 4. It’s great, no one disturbed, not my bro, nor my mom, not the others even they entered my room.
Took some time at bed..then had shower with cold water..
Didn’t have lunch, straightly dinner. It was one of my fav. Food, sayur adas made by my mom. Couldn’t taste as delicious as I use to, but it was still nice. Thanks mom..
Opened my laptop, connected to the internet, browsed.. Loaded winamp, put on my headphone… www.christianwoman.com , how can I keep from singing Your name – Chros Tomlin, Skillet piano tribute: Say GoodBye, Better than Drug, chatted…
Messy I was, but got tidy up some…
Few I spoke, more I listened..
Cheos happens, but still under control..
Thanks God for taking care of me..

Wednesday, September 22, 2010

I wanna draw something with YOU…



I am not good at drawing…
At creating pictures…

I am not good at mixing colors…
At making composition…

Though I have no picture yet
I wanna draw something

I don’t have any blue print of my picture
But I still wanna make one

I need guidance
Hands that will direct me to draw

I wanna draw with YOU
Draw something that YOU like
Draw something that pleases YOU
Draw something according to YOUR composition

I wanna draw something with YOU


[about a year ago..]
Another glimpse of care..


Do you know what are these??? 


Yah, betull. Ada lagunya lho, "Gethuk asale sako tela... mata ngantuk iku tambane apa. Gethuk asale saka telo, yen ra pethuk, etine dadi gelo..."


Hari ini dihiasi dengan sebuah perjalanan lagi, a journey of care, let's say like that. Yah ada hubungannya dengan gethuk tadi.


Bersama beberapa bapak dan ibu guru yang lain kami mengadakan 'kunjungan.' 


Tempat pertama yang kami datangi adalah Rumah Sakit DKT. Orang tua dari salah satu teman kami sedang terbaring di sana, untuk sebuah pemulihan. Seingatku aku tak pernah menginjakkan kaki di sini sebelumnya meskipun hampir setiap hari aku melewatinya.Tempat ini berkesan karana aku (menurut ibu) lahir di salah satu kamarnya.  Dalam ruangan yang terbatas itu kami datang, dengan senyum dan sebuah doa yang dipanjatkan bersama-sama. Meski aku tak mengerti isi doanya, tapi aku yakin adalah sebuah harapan yang dipanjatkan dalam doa tersebut bagi kesembuhan, kesehatan bapak ini. Bapak itu tak sendiri, ada orang-orang yang perduli padanya, yang menjaganya di sana. Let God heal him. Amen.


Selanjutnya kami mengantarkan cinderamata bagi salah satu guru yang sekarang pindah tugas ke Jakarta, mengikuti suami. Ya, ada pengorbanan untuk sebuah kebersamaan dan keutuhan keluarga. Dan tanda mata, it;s kind of keepsake; and it's a kind of care.


The next step is near Pasar Kembangsari. Rumah yang lapang, dengan pemandangan sawah tepat di belakang rumah. Suami dan ibu dari teman kami ini baru saja pulih dari sakitnya, pada saat yang bersamaan. Untuk hal ini aku acungi jempol untuk beliau. Dengan kasih dan kepedulian beliau merawat kedua orang terkasihnya. Dan beliau bisa, meskipun tidak mudah, God won't give us something that we can't bear.


Kami mampir sejenak di warung makan prasmanan untuk makan siang. Jadi ingat masa kuliah dan jadi anak kos waktu bekerja dulu. ^^v


Tak membuang waktu, perjalanan pun dilanjutkan...


Kali ini mengunjungi teman kami yang (if I'm not mistaken) putranya baru saja dikhitan.  Beliau belum pulang, jadi kami diterima dengan ramah dan hangat oleh ayah, istri dan putrinya. Ada sedikit perbincangan menarik tentang peran laki-laki dan perempuan. Bahwa pria adalah pemimpin dalam keluarga. Tapi para ibu juga tidak setuju kalau harus 'ikut-ikutan' salah jika suaminya salah. Ada sedikit celetukan tentang poligami juga. Hmmm aku tersenyum, teringat buku yang kubaca, Seven Secret Women Want to Know." Salah satu rahasianya adalah submissiveness, tunduk, patuh. Itulah kunci utama sebagai seorang 'penolong.' Tapi aku juga teringat akan prinsip "otoritas." Hmm.. memahami hubungan antara laki-laki dan perempuan, khususnya dalam keluarga adalah pelajaran seumur hidup. Bersyukur untuk apapun yang boleh aku pelajari sampai saat ini.


Sambil bercakap-cakap, diselingi canda tawa kami menikmati hidangan yang ada. Hidangan special yang disuguhkan adalah rempeyek kacang (sayang aku tidak memfotonya :P). Tadi disajikan  masih hangat. Aku makan satu (remembering acnes :p). Rempeyek ini menarik perhatian, terutama para ibu karena bentuknya yang rapi dengan kacang yang penuh. Ternyata itu adalah produk dari tetangga sebelah :). Lalu ada diakusi kecil tentang bagaimana cara pembuatannya.


Lalu inilah pemandangan yang aku temui pda perjalanan selanjutnya. 







Pemandangan yang hijau, asri dan alami. Sebenarnya sih bukan hal yang baru bagiku. Setiap hari aku juga disuguhi hamparan sawah. Namun tetap saja aku takjub dengan keindahan alam yang alami, apalagi aku belum pernah melalui tempat ini. Ada beberapa ruas jalan yang masih tradisional, berbatu, berlubang, belum diaspal. Oya, temanku mengingatkan aku pada sebuah kosakata yang sudah lama tak kupakai, 'terasiring.' Foto-fotonya  mungkin tak terlalu jelas karena diambil dari dalam mobil, tapi cukup representatif sepertinya.


Setelah melewati medan yang cukup variatif, akhirnya kami sampai di tempat tujuan selanjutnya. We visited a new family member of our friend's family, a cute son ^^v  Aku sempet gendong dia, hmmm.. dan dia ga rewel.. he's so cute, chubby... hehehehe tadi sempet mainan jam tanganku sampai akhirnya aku ambil ketika dia mulai mencoba untuk menggigitnya (tidak boleh ya dik ^^v) 

Rumah yang nyaman... meski belum sempurna [begitu tadi yang diucapkan ibunya]. Sebagian besar masih belum dilapisi keramik. Teringat juga rumah teman kami sebelumnya, aku jadi kepikiran, nanti kalau membangun rumah sendiri... hihihihihihihi.. it would take time, money, energy, and many more... but the best thing is, these would be worth enough if the house be a home ^^v

Oya, kami sangat dimanjakan di sini. Dimulai dengan appetizer es sirup buah, camilan aneka macam, gorengan, jeruk, sampai nasi soto dan sayur adas (sayang untuk yang terakhir kapasitas perutku sudah tidak memungkinkan lagi hehehehe). Betapa tuan rumah selalu berusaha untuk menjadikan tamu mereka sebagai 'raja' dengan pelayanan yang istimewa.. kami kerasan dengan 'hospitality' yang ditunjukkan oleh semua anggota keluarga mereka...
Hmmm...suatu hari teman-temanku akan mengunjungiku juga, dan itu artinya aku akan jadi the host,  must be a good one..
Kamipun pulang melalui jalur berbeda yang lebih baik jalannya, dipandu oleh tuan rumah untuk menunjukkan jalurnya (tuh, nilai plus lagi)
Capai memang... tapi bahagia, dan kenyang tentu saja hehehehehe

Trus apa hubungannya dengan gambar ini??? 
Oya, itu tadi gethuk yang kami beli di jalan... sebagai oleh-oleh untuk orang-orang di rumah ^^v
Laris manis deh. DElicious... 

Hmmm banyak sekali pelajaran sepanjang jalan hari ini...
Thank you so much, Lord, for the lessons.

Aku inget satu kutipan yang kira-kira begini:
"Jangan biarkan seseorang pergi darimu tanpa sebuah perubahan" -- yang positif tentunya. ^^v
We're agent of change 
  

Monday, September 20, 2010

Semarang, 17 September 2010

"Hello, how are you? I'm coming for a visit."  
 

Lunch Time 

It's good to see you here again... 


Still nervous and excited ^^v
 "Bye for now..."
,How many handshakes have you made today?

Libur t’lah usai. The first day back to school. Pagi tadi hujan sempat turun rintik-rintik, “Hmmm… berkat pagi hari,” aku bergumam. Syukurlah itu tak berlangsung lama. Memakai seragam lagi, aku tersenyum. Sepertinya liburan kali ini cukup menaikkan massa tubuh. Senangnya ^^v – selama masih normal dan bajuku berlum kekecilan, I don’t mind.

6. 25 kami (me and my bro’) melaju. Udara dingin tapi segar.

Hari ini penuh dengan jabat tangan.

Kebiasaan jabat tangan dan memberi salam memang dibudayakan di sini. I think many of us would agree that this is a good habit, meski pada awalnya aku juga canggung melakukannya. Ada nilai kepedulian dan kekeluargaan tersirat disana.

Setiap pagi kami (bapak-ibu guru dan karyawan) akan saling menyapa dan menjabat tangan satu dengan yang lain. Yang terasa special adalah ketika berjabat tangan dengan murid-murid. Mereka akan menambahkan cium tangan kepada gurunya. Hal ini dilakukan di pagi hari jika bertemu dengan bapak atau ibu guru. Selain itu, ketika murid-murid akan masuk jam pertama, terlebih dahulu mereka akan berbaris di depan kelas dan menjabat tangan bapak atau ibu guru yang akan mengajar. Jabat tangan akan kembali dilakukan pada jam terakhir, setelah kelas ditutup dengan doa.

Pada awalnya aku canggung. Ya, karena tidak terbiasa dan merasa masih muda tapi sudah dicium tangannya oleh banyak anak (^^v). Seiring berjalannya waktu, aku mulai terbiasa.

Dan hari ini banyak sekali jabat tangan yang terjadi (jadi ingat pelajaran matematika tentang peluang ^^v) mengingat hari ini adalah hari pertama masuk setelah libur Lebaran selama dua minggu kemarin.

Dimulai dengan senyum salam sapa dengan bapak-ibu guru dan karyawan rekan kerjaku (ditambah dengan cipika-cipiki khusus untuk putri). Ada senyum yang menghiasi wajah-wajah disertai ucapan tulus dari bibir, “Mohon maaf lahir batin” atau “Minal aidin wal faizin” (hopefully it’s not wrong).

Pukul 7 pagi, anak-anak berbaris di lapangan untuk apel. Sementara itu bapak ibu guru dan karyawan berdiri berjajar sepanjang teras di depan koperasi siswa sampai ruang BK, bersiap-siap menerima jabat tangan dari seluruh siswa. Setelah beberapa sambutan dan doa, maka dimulailah prosesi tersebut.

Wah, panjang sekali… sekitar 750 anak… Yah anggap saja latihan nanti buat cara pernikahanku suatu hari nanti [^^]. Aku mencoba untuk tetap tersenyum, sambil sesekali menyapa nama-nama anak yang aku ingat (selama lima bulan di sini memang belum terlalu banyak yang bisa kuhafalkan, but the number isn’t too bad. Apalagi ada name tag yang tertempel di baju mereka-cukup membantu).

Entah berapa menit yang dibutuhkan, aku tak sempat menghitungnya. Ternyata tak secapai yang kubayangkan sebelumnya. Syukurlah.

Setelah itu, kembali lagi berjabat tangan dengan bapak-ibu guru (putaran kedua—lagipula ada yang tadi pagi belum hehehehe)

Jabat tangan pun masih berlanjut pada jam-jam berikutnya. Ada acara ramah tamah (halal bihalal) keluarga besar SMPN 2 dengan beberapa tamu undangan. Tentu saja ada jabat tangan lagi ^^v

How many handshakes I have made today? So many. 800 times maybe, or maybe more ^^v

Jabat tangan yang tulus dan sungguh-sungguh. Tak akan kita tahu seberapa besar perubahan yang bisa terjadi dengan sebuah jabat tangan..

Let me 'shake' your hand and say, “It’s great to see you here.”

Saturday, September 18, 2010

catching a glimpse of you

Kemarin sebuah perjalanan pendek kulalui bersama sahabatku, Ms. Efi. Diawali dengan duduk sekitar 2 jam di dalam bis kecil di tengah kepadatan lalu lalang kendaraan bermotor. Panas sih, tapi dengan siapa kita melewatinya cukup menghembuskan angin segar :) Hmmm... ada rasa senang ketika turun dari bis. Lima bulan tak menginjakkan kaki di sana cukup membuatku canggung. Angkot orange nomer 8 sudah menanti kami.

Tak sampai lima menit kami sudah berada di pusat perbelanjaan yang dulunya adalah tempat kami biasa berbelanja. Ada sesuatu yang perlu dibeli. Biasanya kami berada di sana cukup lama, putar sana putar sini, pilih ini pilih itu. Tapi tidak untuk hari ini. Fokus pada tujuan. Akhirnya untuk pertama kalinya kami makan di food courtnya. Mie Siomay by Istana Mie plus segelas lemon tea - tong dji. Sebagai catatan, ternyata sambalnya punya efek panas yang muncul beberapa puluh menit kemudian (but thanks God everything was allright C:).

Taksi ATLAS mengantar kami ke tujuan utama. (taksi oh taksi...) Rute yang dulu biasa kami lewati setiap hari... banjir kanal di sebelah kanan, ruko-ruko di sebelah kiri... and there we arrived. Warna gedung itu berubah... sebagian besar jadi biru.

WE WERE EXCITED
Tempat dimana kami biasa menghabiskan sebagian waktu kami setiap hari. Bersama teman-teman, bersama murid-murid...

Menginjak lantai yang sama... dimulailah senyum, jabat tangan, pelukan dan sapaan yang sangat akrab bagiku.. dan akhir-akhir ini kurindukan :)

tak cukup kata-kata untuk menggambarkannya.

wajah-wajah yang penuh energi, semangat, kasih...

Ada perubahan kutemukan; teman-teman anggota baru dengan setelan hitam putih, teman-teman dari UPH dengan stelan jas almamaternya, teman-teman yang dikaruniai buah kandungan, anak-anak yang semakin tinggi, yang rambutnya jadi lebih panjang atau lebih lurus, yang semakin keren dengan model rambut cepaknya. Betapa menyenangkannya melihat dan ikut merasakan kabar-kabar baik itu.

Dan ekspresi yang kutangkap; ada sedikit keterkejutan, ada raut bahagia (kalo aku ga ke ge-er an ;P). Spontanitas yang lebih dari apa yang dapat aku bayangkan.. Entahlah apa sukacitaku bertemu mereka tergambar di muka melo-ku ini, but I was excited.

Ruang guru yang semakin bertambah populasinya, ruang TU masih dengan tumpukan kertas di sana sini, ruang principal yang lapang dengan beberapa anak yang mengunjungi, lab komputer dengan deretan PC-nya dan ruang-ruang kelas yang masih dihiasi kreativitas anak-anak.. the similar pictures drawn in my mind.

Canda tawa sejenak bersama anak-anak seperti sesendok madu yang kuminum pagi sebelumnya, manis dan memberi semangat..

Dan berada di antara teman-teman dalam DE lalu berdiri di depan, laksana sebutir sango**** yang kutelan pagi itu juga (xixixixixixix). Memberi vitamin jiwa.. Sebentuk cinta yang tetap termeterai pada hatiku.

Tetapi untuk segala sesuatu ada masanya..
sebaris pantun lamapun tetap cocok diungkapkan "kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umurku panjang boleh kita berjumpa lagi." Ada harapan yang tersurat dan tersirat. Biarlah Tuhan membuat segalanya indah.

Langit yang tadinya cerah dengan kehangatan sindar mataharinya sore itu diganti dengan awan pekat yang akhirnya menjatuhkan titik-titik hujannya tepat ketika kami beranjak pulang.. Mmembonceng teman yang begitu besar availability-nya di bulan-bulan terakhirku di sana (huehuehuehue), aku menuju rumah Ms. Laga. Di bawah rintik-rintik hujan yang dengan cepat berubah menjadi lebat kami melaju. Belum hafal jalan, akhirnya kami dan Bu Dina berhenti di sebuah tenda soto kosong. Syukurlah rupanya kami berhenti di mulut gang yang tepat.

Sisterhood time. Mengeringkan rambut dan celana, menyantap makanan kecil dan kue-kue, dan bercerita tentu saja. Menanti hujan mereda. Ada canda tawa, ada semangat, ada harapan, ada banyak hal (dengan sifat bakmi yang kami punya apapun jadi deh).

Setengah enam (selalu terasa cepat sekali) kami beranjak. Untuk pulang.

Di balik kaca angkot, di balik kaca bis aku banyak berdiam. Menikmati segalanya. Jalan-jalan yang dilewati, langit malam yang memayungi, lampu-lampu yang bersinar, aku merindukan kalian...

Bis pun melenggang di jalanan yang tenang.. Perjalanan yang singkat. Tak masalah panjangnya, lamanya, tapi dengan siapa melewatinya.

Thanks God for that beautiful day You've given.
See you again Semarang..

Tuesday, July 21, 2009

i think i

perhaps..
i think i..

i wish i could deny it

i enjoy but hate it at the same time..

wish i could deny it..

but this is just IT
i think i..

Saturday, April 18, 2009

inconvenient truth...

finally the invinsible wall is revealed
it is inconvenient
but IT IS IT..

Sunday, April 05, 2009

quite fine

afterall i was waiting 4 this moment
then it comes

yeah, im fine
i hope i really do

Sunday, March 29, 2009

'status quo'

of my being S
it's a C zone

but it won't last long
know for sure

face the battle i try
though D and I i lack of

how's it?

hmm still have moved not far yet

well, i still do hope
whatever the risk
a package

appetizer
main course
dessert

that's how to serve guests a complete meal

a package
total

and i like to give ones
a package
all in one

Sunday, January 04, 2009

can't sleep yet..

Sunday, December 28, 2008

as your face draws a smile,
i'd like to say

welcome to your new nest
welcome to your new title

welcome wife
welcome in laws

congrats for your marriage

i'm happy for you, anie ^^

Saturday, December 27, 2008

been a year without any posting ^^

'pursue'

that's the word comes accross my mind

'what?'

im questioning
and searching
for the answers
for the time
for the ways

but,
yes!

im going to pursue..

Thursday, January 17, 2008

light conversation [part II]

a higher place
a darker spot
a silent site

a perfect scene to enjoy the beauty of the city
the splendor of the night lamps
the magnificence of the lights

the tranquil skyscrapers
the drifting vehicles
the flaring fireworks

then who we are
just an insignificant speck
compared to this splendid world

looking up
no star hanging on the sky
dare to make a difference?

ps:this is the appetizer ^_*, wait for the main course :p

Friday, January 04, 2008

light conversation [part I]



what is a light

something that glows in the dark



why does a light exist

because there's darkness



when was the light born

when there was darkness



where can the light be seen

where the darkness exists



who has the light

the ONE who conquers the darkness



how does the LIGHT conquer the darkness

by shinning brightly through the darkness
something beyond expectation

out of the blue



happens

to a certain person

in a certain time

by a certain person

or people

or happenstance



for a certain reason



amusing

relieving

shocking



a surprise

"surprising"
still don't understand..



some I have met

some I have observed



but still..
I don't understand

couldn't find the clue



the complexity of their brain

the uniqueness of their thought



something that I know...

it draws them special

Thursday, December 27, 2007

relax...

it's already more than one hour i'm sitting here
clicking here and there
typing abc and xyz
smiling... nodding... thinking...
RELAXING...

it's been a while i've never been like this
i really enjoy it..
i miss it much..
browsing the internet
and
RELAXING

what a 'little' paradise!

^_^